Senin, 11 Februari 2019

The Real of Jon Bon Jovi

JON BON JOVI. Bagi penikmat musik era 90-an tentu sudah tak asing mendengar namanya. Nama yang erat kaitannya dengan grup band beraliran rock asal Amerika, Bon Jovi. Karena ia adalah vokalis grup band ini sekaligus pendirinya.

Menarik untuk dikulik mengenai siapa dan bagaimana Jon Bon Jovi sesungguhnya? Sebab ia bisa membentuk sebuah band yang bisa bertahan hingga sekarang. Sementara band-band besar sebelum dan sesudah Bon Jovi lahir telah banyak yang tinggal nama alias bubar.

Foto by Kinaxis Blog

Masa Lalu Jon Bon Jovi

Jon Bon Jovi lahir pada 2 Maret 1964 di Perth Amboy, Sayreville, New Jersey, Amerika Serikat. Terlahir dengan nama John Francis Bongiovi Jr. Saat SMA ia harus berpindah-pindah sekolah karena terbentur biaya. Orangtuanya berasal dari kelas buruh. Sehingga tak mampu membiayai dirinya untuk kuliah selepas SMA. Jadilah ia memilih bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah studio musik.

Pekerjaannya sebagai petugas kebersihan di studio musik ia jalani dengan tekun. Saat studio tutup ia bukannya beristirahat tetapi memanfaatkannya untuk belajar membuat lagu. Karena ia suka musik dan bermain gitar. Ia berangan-angan kelak suatu hari nanti bisa seperti Aerosmith, The Rolling Stone, Willy Deville dan Bruce Springsteen idolanya dalam bermusik.

Lahirnya Grup Band Bon Jovi

Atas bantuan pemilik studio Jon Bon Jovi akhirnya bisa membuat sebuah lagu single berjudul Runaway. Dalam prosesnya lagu ini butuh musisi pendukung. Maka dibuatlah lagu ini dalam format band. Jon pun merekrut kawan dan orang-orang yang ia kenal untuk bermain musik dengannya. 

Dari situlah lahirnya grup band Bon Jovi, yang diutak-atik dari nama belakangnya, Bongiovi. Dengan ia sendiri sebagai lead vokal, Richie Sambora sebagai gitaris, David Bryan memegang kibor dan Tico Torres pada drum. Sejak itu Bon Jovi langsung melesat berkat single pertamanya Runaway.

Foto by Rock & Roll Hall Affair

Tahun 1984 Bon Jovi merilis album perdananya yang diberi nama Bon Jovi, sesuai dengan nama bandnya. Lagu hits dari album ini adalah Runaway dan She Don't Know Me. Meski sebagai vokalis dan menulis lirik lagu, tetapi Jon sangat piawai memainkan alat musik gitar, harmonika dan kibor. Lagu-lagu di album berikutnya sebagian besar hasil ciptaan Jon. 

Kehidupan Pribadi Jon Bon Jovi

Bagi Jon Bon Jovi kehidupan keluarga tidak perlu diekspos oleh media. Popularitas nya sebagai vokalis band merupakan bagian dari pekerjaan. Oleh karena itu ketika menikahi kekasihnya, Dorothea Hurley pada 28 April 1989, Jon merayakannya dengan sederhana. Mereka menikah di Kapel Graceland, Las Vegas, Nevada. Penyuka makanan Italia, Meksiko dan Jepang ini menjalin kasih hingga menikah dengan kakak kelasnya saat SMA. Bukan dari kalangan selebritis. Padahal saat itu ia sudah menjadi vokalis band kenamaan.

Foto by US Weekly

Di luar panggung Jon adalah lelaki biasa. Setelah menikah ia seperti suami-suami kebanyakan yang mengantar istri ke sana-sini. Mengurus belanjaan bahkan mengurus anak. Pantas jika ia disebut sebagai rocker yang cinta pada keluarga.

Walaupun ia seorang rockstar namun ia tidak mengkonsumsi alkohol dan narkotika. Menurutnya kita harus menjadi pribadi yang kuat dan teguh pendirian. Supaya tidak mudah hanyut atau terpengaruh oleh hal-hal buruk. Profesi musisi dan rockstar tak harus membuatnya lupa diri. Tetap rendah hati. Itulah salah satu kiat Jon dalam menjalani karirnya.

Keren Luar Dalam

Sejak merilis album pertama tahun 1984 sampai sekarang Bon Jovi selalu menghadirkan lagu-lagu hits yang keren. Always merupakan salah satu lagu hits terbesar Bon Jovi yang bertahan hingga 32 Minggu di Billboard Hot 100.

Foto by United Club

Meskipun sempat beberapa kali berganti personil karena di antara personilnya ada yang terlibat kasus hukum. Tetapi Jon tidak pernah berniat membubarkan band ini. Bagi Jon, band adalah kehidupannya. "Aku dan bandku adalah sebuah keluarga," ujarnya. Kami bekerja seperti band-band lain. Bedanya, kami tidak selalu mencari uang dari band. Jika salah satu personil sedang bermasalah, kami semua akan membantunya. Bukan menggantinya dengan personil baru. Kecuali jika si personil itu sendiri yang hengkang. 

Itulah salah satu kunci kenapa grup ini bisa bertahan sampai sekarang. Kerjasama, saling membantu. Tidak banyak mengeluh. Jika banyak mengeluh, maka kita tidak akan pernah sukses. Jangan pernah terintimidasi oleh persaingan. Apapun yang ingin kamu kejar dalam hidupmu, apapun yang akan kamu lakukan, penuhilah dengan gairah. Karena tidak semua orang dinaungi dengan keberuntungan yang sama, pesan Jon. 

Satu hal lagi, menurut Jon uang tidak bisa membeli kebahagiaan, kehormatan dan juga cinta. Maka bekerja keraslah untuk meraih semua. (EP)


#jonbonjovi
#biografisingkat
#onedayonepost
#tantanganlevel2
#level2tantangan2
#readingchallengeodop





Senin, 04 Februari 2019

Memulai Hidup Di Umur 40

Judul Buku : Memulai Hidup Di Umur 40
Diterjemahkan dari Life Behind at Forty
Penulis        : Robert Peterson
Penerjemah: Dieni Yuliana R.G
Penerbit      : Nuansa Cendekia
Cetakan       : Pertama, September 2003
Tebal Buku : 160 halaman


Sinopsis:
Buku ini menerangkan tentang keuntungan tambah umur. Bahwa melewati umur 40 tahun berarti memasuki situasi yang penuh gairah. Memang tambah umur menyebabkan berkurangnya kenikmatan tertentu. Tetapi alam memberikan kenikmatan lain sebagai gantinya. Banggalah dengan usia kita.

Buku ini juga memberikan contoh beberapa tokoh dunia yang justru populer sesudah umur 40. Seperti Henry Ford, Pearl S. Buck, Winston Churchill dan masih banyak lagi.

Pearl S. Buck baru pada usia 40 novel pertamanya terbit East Wind, West Wind. Beberapa bulan kemudian menerbitkan The Good Earth yang ternyata berhasil mendapatkan Nobel dan membuat karirnya menanjak hingga usia senja.

Tak hanya tokoh populer, buku ini juga membahas tokoh-tokoh yang bangkrut di usia 40 tetapi bisa bangkit lagi dan menjadi milyarder setelahnya.

Wallace E. Johnson, bangkrut di usia 40. Sepeser pun ia tak memiliki uang. Tetapi karena tekad yang kuat untuk menjadi kontraktor. Akhirnya justru di usia hampir separuh abad ia sukses membangun ribuan rumah dan menjadi partner perusahaan besar untuk membangun motel indah yang kini kita kenal dengan nama Holiday Inn.

Jadi umur itu hanya angka. Tinggal bagaimana kita menikmati hidup setelah umur 40. Buku ini memberi beberapa contoh kegiatan dan pekerjaan yang bisa dilakukan dengan enjoy. 

Kelebihan Buku Ini:

Memberi motivasi kuat kepada kita yang sudah memasuki usia senja untuk selalu optimis menghadapi hidup. Membangkitkan semangat kita untuk tidak menjadi lemah di usia senja.

Kekurangan Buku Ini:

Tidak memberi gambaran tentang kelemahan di usia senja. Kesulitan-kesulitan yang biasa dihadapi oleh mereka yang sudah berusia 40 lebih. Bagaimana cara menghadapi situasi dan kondisi tidak mengenakan di usia tersebut. (EP)


#ReadingChallengeODOP
#Tantangan1RCOlevel1
#OneDayOnePost





Sabtu, 27 Januari 2018

Cara Belajar Gue Bangeeeettt

Judul Buku    : Cara Belajar Gue Bangeeettt
Penulis           : Ibay Toyyibah, M.PD
Penerbit         : PT Elek Media Kompetindo
                          Kelompok Gramedia-Jakarta
Tebal Buku    : 200 Halaman
Cetakan          : Pertama Tahun 2017

Isi Buku:

Belajar. Kata yang seolah menjadi momok bagi sebagian pelajar dan juga orang tua.
Bagi pelajar yang tugas utamanya belajar, perintah supaya belajar itu seperti memikul beban yang berat sekali.

Begitu pun bagi si orang tua. Meminta anak untuk belajar sulitnya minta ampun. Bahkan tak jarang harus dirayu-rayu supaya mau.

Melalui buku ini, penulis ingin menjabarkan cara-cara belajar yang sesuai dengan karakter dan kepribadian tiap-tiap individu.

Penulis juga menjabarkan tentang penyebab sulitnya seseorang dalam belajar. Faktor internal dan eksternal dijelaskan secara gamblang berikut kasus contoh. Sehingga bisa dengan mudah dipahami oleh semua. Termasuk para guru selaku pendidik anak-anak tersebut.

Penulis yang juga merupakan guru di salah satu SMA Negeri di Cilegon ini, menjabarkan tentang letak kesulitan belajar yang dialami oleh anak-anak pada umumnya.

Selain itu penulis juga mengenalkan tentang STFIn. Tentang konsep, cara kerja dan tes STIFIn yang berfungsi untuk mengetahui belahan otak yang dominan pada diri seseorang. Tes ini menggunakan metode sidik jari. 

Dari pengenalan mengenai faktor penyebab sulitnya belajar sampai tahap tes STIFIn, kita bisa mengoptimalkan cara belajar gue bangeeettt sesuai dengan mesin kecerdasan masing-masing.

Adapun mesin kecerdasan itu terdiri atas 5 unsur dominan pada otak, yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting.

Lalu seperti apa sih sifat dari masing-masing unsur tersebut? Dalam buku ini kita bisa mengetahui secara gamblang.

Bahwa orang dengan kecerdasan Sensing senang bergerak. Gerakan tubuhnya bisa merangsang otak untuk dengan mudah mendapatkan informasi.

Selanjutnya mengenai orang dengan kecerdasan Thinking. Semua dipikirkan.

Sedangkan untuk orang dengan kecerdasan Intuiting sangat menyukai hal-hal baru, berkualitas dan bisa eksplorasi.

Bagi orang dengan kecerdasan Feeling, harus mengikuti mood.

Satu lagi orang dengan kecerdasan Insting pikirannya mudah berubah-ubah. Mudah emosi dan tidak sabaran.

Secara keseluruhan buku ini sangat bermanfaat sekali bagi semua. Tidak sajašŸ˜„berguna bagi si anak, tapi juga bagi orang tua dan para guru. Sehingga saling mengetahui dan memahami, apa-apa yang seharusnya dilakukan untuk mengetahui tumbuh kembang anak. Demikian.




Rabu, 20 September 2017

S e k a y u

Penulis   : Nih.Dini
Penerbit  : PT Dunia Pustaka Jaya
Cetakan  :  Pertama tahun 1981
Tebal buku : 275 halaman

Isi buku :
Buku karya Nh.Dini berjudul Sekayu ini merupakan buku keempat dari rangkaian cerita kenangan Nh.Dini. Empat judul sebelumnya adalah Sebuah Lorong di Kotaku, Padang Ilalang di Belakang Rumah, Langit dan Bumi Sahabat Kami, Sekayu. Dan yang kelima adalah Kuncup Berseri.

Setiap judul dari cerita kenangan ini menceritakan berbagai pengalaman hidup si penulis bersama keluarganya. Dan dalam buku berjudul Sekayu ini, pembaca diajak berkelana tentang kisah si penulis melalui hari-harinya tanpa bapak di seruas jalan bernama Sekayu. Tempat tinggalnya.

Ya, di buku ini cerita diawali dari meninggalnya tokoh bapak. Lalu sekelumit cerita terakhir bersama si bapak sebelum ia meninggal. Dalam kondisi tanpa bapak si penulis yang ber-aku dalam buku ini mengisahkan bagaimana rasanya tumbuh dewasa tanpa sosok bapak.

Bagaimana ia harus menghadapi konflik dengan kakak dan adiknya. Juga digambarkan dengan jelas bagaimana sosok ibu setelah kepergian bapak. Sifat dan perilaku si ibu dalam memegang dua peranan sekaligus.

Juga dikisahkan bagaimana ia menjalani masa puber sebagai siswi SMP dan SMA.  Kisah pertemanan dan perasaan jatuh cinta remaja usia tersebut bisa turut terasakan kala membaca buku ini.

Tak lupa juga kisahnya dalam menemukan jatidiri sebagai penulis, kelak. Dan ini membuat pembaca semakin mengetahui lebih dalam mengenai sosok si penulis. Juga kisah dibalik nama Nh.Dini yang menjadi nama pena si penulis.

Bagi pencinta Nh.Dini, membaca karya-karyanya seperti sedang didongengkan tentang perjalanan hidupnya. Dari mulai kanak-kanak sampai sekarang. Semua kisah tertuang indah sesuai Judulnya. Dan saya sangat menikmati itu. Semacam membaca biografi dalam bentuk berbeda.

Kreo, 19 September 2017

Kamis, 08 Juni 2017

Tentang Backpacker With Kebaya

Backpacker With Kebaya, Why Not?

Penulis.            : Denik & Lia Nathalia
Penerbit           : Gong Publishing
Cetakan            : Pertama, April 2017
Tebal Buku       : 50 Halaman

Buku duet ini berkisah tentang pengalaman saat traveling dan melakukan berbagai aktivitas dengan mengenakan kebaya. Selama ini kain dan kebaya identik dengan perempuan jaman dahulu. Ibu-ibu dan para nenek yang biasanya masih mengenakan pakaian seperti itu dalam keseharian. Sementara untuk perempuan masa kini, kain dan kebaya dikenakan hanya pada moment-moment tertentu. Saat menghadiri pesta pernikahan, acara resmi di kantor atau pada saat acara-acara yang terkait dengan upacara adat.

Tetapi dalam buku ini diceritakan bagaimana kain dan kebaya masih tetap bisa dikenakan untuk keseharian perempuan masa kini, yang memiliki banyak aktivitas dan juga hobi. Salah satunya traveling. Jika pada umumnya traveler itu mengenakan celana panjang berbalut kaos. Maka kali ini dikisahkan bagaimana perempuan dengan kain dan kebaya pun bisa nyaman traveling kemanapun. Dalam dan luar negeri.

Bukan untuk gaya-gayaan atau mencari sensasi. Tetapi kain dan kebaya yang dikenakan memang sudah menjadi busana keseharian. Bisa dikatakan hampir disetiap kesempatan, busana yang dikenakan ya seperti itu. Karenanya ketika harus traveling kemana-mana ya tetap saja seperti itu busana yang dikenakan. Dan tetap nyaman. Bahkan banyak hal-hal yang tak terduga yang dialami, dalam artian positif.

Dalam beberapa kesempatan justru mendapat keistimewaan dan prioritas dikarenakan kain dan kebaya yang dikenakan. Meski ada juga yang menatap dengan pandangan aneh dan bingung. Tetapi itu bukan berarti membuat ciut nyali berkain dan kebaya. Karena apa-apa yang dikenakan adalah bagian dari budaya dan tradisi bangsa. Jadi kenapa mesti malu? Beda itu biasa. Bagaimana kita memaknainya, itu baru luar biasa.

Larindah, 8 Juni 2017

#Tentangbackpackerwithkebaya
#NulisRandom2017
#Harike-8


Rabu, 07 Juni 2017

Tentang Love Pasta

Bagaimana engkau mengolahnya, seperti itulah kau akan menikmati rasanya, Cinta.

Penulis           : Adriana, Anna Zuhriatun Nisa, April Cahaya dkk
Penerbit         : Gong Publishing
Cetakan         : Pertama, April 2017
Tebal buku.   : 235 Halaman

Buku antologi cerpen cinta ini merupakan proyek keroyokan 24 penulis yang tergabung dalam One Day One Post. Grup kepenulisan melalui WA yang digagas oleh Syaiful Hadi atau biasa disapa Bang Syaiha.

Kami adalah anggota yang lolos dalam menjaga konsistensi menulis setiap hari selama 4 bulan berturut-turut. Dan untuk merayakan keberhasilan ini, kami membentuk beberapa grup untuk membuat buku antologi. Salah satunya antologi cerpen cinta ini.

Apakah ini tanda bahwa kami sudah hebat dalam menulis? Oh, tidak. Sama sekali tidak. Kami masih belajar dan harus terus belajar. Ini adalah hasil jerih payah kami dalam mengolah kata sehingga tercipta kisah cinta yang tertuang melalui goresan pena. Mungkin banyak kekurangan di sana-sini. Tetapi ini persembahkan luar biasa bagi kami. Bahwa kita bisa selama ada kemauan. Dan bisa berkarya dengan lebih baik lagi selama mau terus belajar, belajar dan belajar.

Buku antologi cerpen cinta ini diberi judul “Love Pasta” karena berisi segala macam cerita cinta, yang bisa membuat kita tersenyum, tertawa dan mengernyitkan kening. Campur aduk layaknya adonan pasta. Tetapi nikmat saat sudah disuguhkan.

Istimewanya lagi, buku ini diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Buku se-Dunia, 23 April 2017. Harapannya ini menjadi penyemangat bagi yang baru saja memulai berkarya maupun yang sudah memiliki beberapa karya. Karena menulis merupakan keberanian. Dan butuh keberanian untuk menulis. Maka inilah keberanian yang dipunya oleh para ODOPER. Sebutan bagi anggota One Day One Post.

Larindah, 7 Juni 2017

#TentangLovePasta
#NulisRandom2017
#Harike-7






Senin, 05 Juni 2017

30 Menit Kumpulan Puisi

Penulis         : Hiday Nur
Penerbit        : Gong Publishing
Cetakan        : Pertama, April 2017
Tebal Buku  : 44 Halaman


Wow! Ya, kata itu yang langsung terucap begitu membaca puisi-puisi yang ada dalam buku 30 Menit Kumpulan Puisi karya Hiday Nur ini. Kagum. Tentu saja. Meski hanya semalam, saya pernah bersama dengannya menghabiskan waktu. Maka sedikit banyak mengetahui kesibukannya. Jadi bisa menciptakan karya berupa puisi sebanyak ini, bagi saya luar biasa.

Melalui puisi-puisi dalam buku ini, sedikit banyak jadi mengetahui bahwa setiap penggal kisah yang ia lalui mampu diurainya ke dalam bentuk puisi. Seperti dalam puisi berjudul “Garuda Aksara dan Satu Senja di Singapura.” Dua pengalaman yang bagi pendengar saja sudah “sesuatu” sekali. Apalagi bagi yang mengalaminya sendiri. Berikut petikan puisi tersebut:

Kita adalah garuda-garuda kecil menggenggam pena
Bersimbah tinta kita
Memerahkan pucat, memutihkan kelabu
Kita adalah garuda-garuda yang kelak pulang
Dengan jemari kekar menggamit sapu tangan disulam permata
Demi mengelap sungai d mata bunda
Mencandainya agar tersenyum laksana manusia
(Garuda Aksara)
Dalam mimpi aku masih menjumpainya
3 beton bersaudara tegak mengangkat perahu
Riak ombak di dinding perak silau memukau pandang
Nun di sana, Komidi putar raksasa memutar gemulai, membiru ditimang awan
Segenap keindahan berkumpul, pada satu senja di jantung Singapura
(Satu Senja di Singapura)

Itu hanya sepenggal kisah. Masih banyak kisah-kisah lain yang teruntai. Kisah seputar kita dan yang biasa kita jumpai, seperti yang tertuang dalam puisi berjudul “Pengamen Gaek, Pemanggul Pacul, Pasar dan Monolog Hujan.” Serta masih banyak lagi.

Secara keseluruhan saya suka puisi-puisi dalam buku ini. Ada nuansa puitisnya dan juga ada kesederhanaan kata yang biasa saja mungkin, tetapi menjadi tak biasa terdengarnya.
30 tahun nanti
Kau mungkin makin tua,
Dan aku, entah masih atau tiada
(30 Tahun Nanti)

Larindah, 6 Juni 2017

#BukuPuisi
#NulisRandom2017
#Harike-6