Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

[Review] Buku "Backpacker With Kebaya"

Backpacker With Kebaya, Why Not? Penulis.            : Denik & Lia Nathalia Penerbit           : Gong Publishing Cetakan            : Pertama, April 2017 Tebal Buku       : 50 Halaman Buku duet ini berkisah tentang pengalaman saat traveling dan melakukan berbagai aktivitas dengan mengenakan kebaya. Selama ini kain dan kebaya identik dengan perempuan jaman dahulu. Ibu-ibu dan para nenek yang biasanya masih mengenakan pakaian seperti itu dalam keseharian. Sementara untuk perempuan masa kini, kain dan kebaya dikenakan hanya pada moment-moment tertentu. Saat menghadiri pesta pernikahan, acara resmi di kantor atau pada saat acara-acara yang terkait dengan upacara adat. Tetapi dalam buku ini diceritakan bagaimana kain dan kebaya masih tetap bisa dikenakan untuk keseharian perempuan masa kini, yang memiliki banyak aktivitas dan juga hobi. Salah satunya traveling. Jika pada umumnya traveler itu mengenakan celana panjang berbalut kaos. Maka kali ini dikisahkan bagaimana perempu

[Review] Buku "Love Pasta"

Bagaimana engkau mengolahnya, seperti itulah kau akan menikmati rasanya, Cinta. Penulis           : Adriana, Anna Zuhriatun Nisa, April Cahaya dkk Penerbit         : Gong Publishing Cetakan         : Pertama, April 2017 Tebal buku.   : 235 Halaman Buku antologi cerpen cinta ini merupakan proyek keroyokan 24 penulis yang tergabung dalam One Day One Post. Grup kepenulisan melalui WA yang digagas oleh Syaiful Hadi atau biasa disapa Bang Syaiha. Kami adalah anggota yang lolos dalam menjaga konsistensi menulis setiap hari selama 4 bulan berturut-turut. Dan untuk merayakan keberhasilan ini, kami membentuk beberapa grup untuk membuat buku antologi. Salah satunya antologi cerpen cinta ini. Apakah ini tanda bahwa kami sudah hebat dalam menulis? Oh, tidak. Sama sekali tidak. Kami masih belajar dan harus terus belajar. Ini adalah hasil jerih payah kami dalam mengolah kata sehingga tercipta kisah cinta yang tertuang melalui goresan pena. Mungkin banyak kekurangan di sana-sini. Tetapi ini pe

[Review] Buku "30 Menit Kumpulan Puisi"

Penulis         : Hiday Nur Penerbit        : Gong Publishing Cetakan        : Pertama, April 2017 Tebal Buku  : 44 Halaman Wow! Ya, kata itu yang langsung terucap begitu membaca puisi-puisi yang ada dalam buku 30 Menit Kumpulan Puisi karya Hiday Nur ini. Kagum. Tentu saja. Meski hanya semalam, saya pernah bersama dengannya menghabiskan waktu. Maka sedikit banyak mengetahui kesibukannya. Jadi bisa menciptakan karya berupa puisi sebanyak ini, bagi saya luar biasa. Melalui puisi-puisi dalam buku ini, sedikit banyak jadi mengetahui bahwa setiap penggal kisah yang ia lalui mampu diurainya ke dalam bentuk puisi. Seperti dalam puisi berjudul “Garuda Aksara dan Satu Senja di Singapura.” Dua pengalaman yang bagi pendengar saja sudah “sesuatu” sekali. Apalagi bagi yang mengalaminya sendiri. Berikut petikan puisi tersebut: Kita ada lah garuda -garuda kecil menggenggam pena Bersimbah tinta kita Memerahkan pucat, memutihkan kelabu Kita adalah garuda-garuda yang kelak pulang Dengan

[Review] Buku "Tertuju Padamu"

Tertuju Padamu Penulis.       : Abdul Salam HS Cetakan.      : Pertama, Maret 2017 Tebal Buku. : 59 halaman Saya tak pandai berpuisi. Apalagi menulis puisi. Tetapi saya suka akan puisi. Dan kagum dengan mereka yang mampu mencipta puisi, hingga berlembar-lembar pula. Wow...hebat! Dan saya tidak terpaku pada satu karya puisi. Mulai dari Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, Taufik Ismail, Joko Pinurbo, Helvy Tiana Rosa dan masih banyak lagi, semuanya saya suka. Bagi saya karya mereka memiliki keistimewaan masing-masing. Banyak hal pula yang bisa didapat dari masing-masing karya. Untuk buku puisi karya Abdul Salam SH ini, ada banyak hal pula yang saya dapat. Utamanya tentang kehidupan dan keseharian hidup itu sendiri. Ada “Hujan Turun di Alun-alun Kota” yang salah satu baitnya berbunyi seperti ini: Sore ini , aku memandangi jalan   kota Yang gaduh, suara tukang asongan yang kelam Bersijingkat di trotoar alun-alun kota tak tertata Langit mengatupkan sepi, gerimis menabur sa

[Review] Buku "Kubayangkan Chairil Anwar"

Kubayangkan Chairil Anwar Kumpulan Puisi Menyambut 95 Tahun Hari Lahir Chairil Anwar Penulis       : Berthold Sinaulan Cetakan      : Ke-1 Tahun 2017 Tebal Buku : 104 halaman Membaca buku kumpulan puisi karya Berthold Sinaulan yang diberi judul “Kubayangkan Chairil Anwar” sungguh penuh dengan kejutan. Tidak terpikir dalam benak saya akan seperti itu isi dari buku ini. Dari judul yang tertera saya hanya berpendapat,”Oh, paling tentang Chairil Anwar. Just itu!” Tapi rupanya saya keliru. Pada halaman pertama buku ini saya sudah dibuat mengerutkan kening. Pantai Natsepa pada judul “Di Tepi Pantai Natsepa” membuat saya bertanya,”Di mana nih?” Sebab saya suka membuka atlas dan melihat-lihat peta geografis Indonesia dan dunia. Tetapi tidak terlalu memperhatikan ada sebuah pantai bernama pantai Natsepa. Mungkin saya saja yang kuper. Tapi tak apalah, dengan membaca buku ini saya menjadi tahu. Dan pada halaman lain saya menemukan puisi dengan judul “Gebetan” yang membuat saya tersenyum.