Langsung ke konten utama

Postingan

The Real of Jon Bon Jovi

JON BON JOVI. Bagi penikmat musik era 90-an tentu sudah tak asing mendengar namanya. Nama yang erat kaitannya dengan grup band beraliran rock asal Amerika, Bon Jovi. Karena ia adalah vokalis grup band ini sekaligus pendirinya. Menarik untuk dikulik mengenai siapa dan bagaimana Jon Bon Jovi sesungguhnya? Sebab ia bisa membentuk sebuah band yang bisa bertahan hingga sekarang. Sementara band-band besar sebelum dan sesudah Bon Jovi lahir telah banyak yang tinggal nama alias bubar. Foto by Kinaxis Blog Masa Lalu Jon Bon Jovi Jon Bon Jovi lahir pada 2 Maret 1964 di Perth Amboy, Sayreville, New Jersey, Amerika Serikat. Terlahir dengan nama John Francis Bongiovi Jr. Saat SMA ia harus berpindah-pindah sekolah karena terbentur biaya. Orangtuanya berasal dari kelas buruh. Sehingga tak mampu membiayai dirinya untuk kuliah selepas SMA. Jadilah ia memilih bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah studio musik. Pekerjaannya sebagai petugas kebersihan di studio musik ia jalan...

[Review] Memulai Hidup Di Umur 40

Judul Buku : Memulai Hidup Di Umur 40 Diterjemahkan dari Life Behind at Forty Penulis        : Robert Peterson Penerjemah: Dieni Yuliana R.G Penerbit      : Nuansa Cendekia Cetakan       : Pertama, September 2003 Tebal Buku : 160 halaman Sinopsis: Buku ini menerangkan tentang keuntungan tambah umur. Bahwa melewati umur 40 tahun berarti memasuki situasi yang penuh gairah. Memang tambah umur menyebabkan berkurangnya kenikmatan tertentu. Tetapi alam memberikan kenikmatan lain sebagai gantinya. Banggalah dengan usia kita. Buku ini juga memberikan contoh beberapa tokoh dunia yang justru populer sesudah umur 40. Seperti Henry Ford, Pearl S. Buck, Winston Churchill dan masih banyak lagi. Pearl S. Buck baru pada usia 40 novel pertamanya terbit East Wind, West Wind. Beberapa bulan kemudian menerbitkan The Good Earth yang ternyata berhasil mendapatkan Nobel dan membuat karirnya menanjak hingga usia senja. Tak ha...

[Review] Buku "Cara Belajar Gue Bangeeeettt"

Judul Buku    : Cara Belajar Gue Bangeeettt Penulis           : Ibay Toyyibah, M.PD Penerbit         : PT Elek Media Kompetindo                           Kelompok Gramedia-Jakarta Tebal Buku    : 200 Halaman Cetakan          : Pertama Tahun 2017 Isi Buku: Belajar. Kata yang seolah menjadi momok bagi sebagian pelajar dan juga orang tua. Bagi pelajar yang tugas utamanya belajar, perintah supaya belajar itu seperti memikul beban yang berat sekali. Begitu pun bagi si orang tua. Meminta anak untuk belajar sulitnya minta ampun. Bahkan tak jarang harus dirayu-rayu supaya mau. Melalui buku ini, penulis ingin menjabarkan cara-cara belajar yang sesuai dengan karakter dan kepribadian tiap-tiap individu. Penulis juga menjabarkan tentang penyebab sulitnya seseorang dalam belajar. Faktor internal dan eksternal dijelaskan...

[Review] Buku "S e k a y u"

Penulis   : Nih.Dini Penerbit  : PT Dunia Pustaka Jaya Cetakan  :  Pertama tahun 1981 Tebal buku : 275 halaman Isi buku : Buku karya Nh.Dini berjudul Sekayu ini merupakan buku keempat dari rangkaian cerita kenangan Nh.Dini. Empat judul sebelumnya adalah Sebuah Lorong di Kotaku, Padang Ila lang di Bela kang Rumah, Langit dan Bumi Sahabat Kami, Sekayu. Dan yang kelima adalah Kuncup Berseri. Setiap judul dari cerita kenangan ini menceritakan berbagai pengalaman hidup si penulis bersama keluarganya. Dan dalam buku berjudul Sekayu ini, pembaca diajak berkelana tentang kisah si penulis melalui hari-harinya tanpa bapak di seruas jalan bernama Sekayu. Tempat tinggalnya. Ya, di buku ini cerita diawali dari meninggalnya tokoh bapak. Lalu sekelumit cerita terakhir bersama si bapak sebelum ia meninggal. Dalam kondisi tanpa bapak si penulis yang ber-aku dalam buku ini mengisahkan bagaimana rasanya tumbuh dewasa tanpa sosok bapak. Bagaimana ia harus menghadapi k...

[Review] Buku "Backpacker With Kebaya"

Backpacker With Kebaya, Why Not? Penulis.            : Denik & Lia Nathalia Penerbit           : Gong Publishing Cetakan            : Pertama, April 2017 Tebal Buku       : 50 Halaman Buku duet ini berkisah tentang pengalaman saat traveling dan melakukan berbagai aktivitas dengan mengenakan kebaya. Selama ini kain dan kebaya identik dengan perempuan jaman dahulu. Ibu-ibu dan para nenek yang biasanya masih mengenakan pakaian seperti itu dalam keseharian. Sementara untuk perempuan masa kini, kain dan kebaya dikenakan hanya pada moment-moment tertentu. Saat menghadiri pesta pernikahan, acara resmi di kantor atau pada saat acara-acara yang terkait dengan upacara adat. Tetapi dalam buku ini diceritakan bagaimana kain dan kebaya masih tetap bisa dikenakan untuk keseharian perempuan masa ki...

[Review] Buku "Love Pasta"

Bagaimana engkau mengolahnya, seperti itulah kau akan menikmati rasanya, Cinta. Penulis           : Adriana, Anna Zuhriatun Nisa, April Cahaya dkk Penerbit         : Gong Publishing Cetakan         : Pertama, April 2017 Tebal buku.   : 235 Halaman Buku antologi cerpen cinta ini merupakan proyek keroyokan 24 penulis yang tergabung dalam One Day One Post. Grup kepenulisan melalui WA yang digagas oleh Syaiful Hadi atau biasa disapa Bang Syaiha. Kami adalah anggota yang lolos dalam menjaga konsistensi menulis setiap hari selama 4 bulan berturut-turut. Dan untuk merayakan keberhasilan ini, kami membentuk beberapa grup untuk membuat buku antologi. Salah satunya antologi cerpen cinta ini. Apakah ini tanda bahwa kami sudah hebat dalam menulis? Oh, tidak. Sama sekali tidak. Kami masih belajar dan harus terus belajar. Ini adalah hasil jerih payah kami ...

[Review] Buku "30 Menit Kumpulan Puisi"

Penulis         : Hiday Nur Penerbit        : Gong Publishing Cetakan        : Pertama, April 2017 Tebal Buku  : 44 Halaman Wow! Ya, kata itu yang langsung terucap begitu membaca puisi-puisi yang ada dalam buku 30 Menit Kumpulan Puisi karya Hiday Nur ini. Kagum. Tentu saja. Meski hanya semalam, saya pernah bersama dengannya menghabiskan waktu. Maka sedikit banyak mengetahui kesibukannya. Jadi bisa menciptakan karya berupa puisi sebanyak ini, bagi saya luar biasa. Melalui puisi-puisi dalam buku ini, sedikit banyak jadi mengetahui bahwa setiap penggal kisah yang ia lalui mampu diurainya ke dalam bentuk puisi. Seperti dalam puisi berjudul “Garuda Aksara dan Satu Senja di Singapura.” Dua pengalaman yang bagi pendengar saja sudah “sesuatu” sekali. Apalagi bagi yang mengalaminya sendiri. Berikut petikan puisi tersebut: Kita ada lah garuda -garuda kecil menggenggam pena...