Fikroh, Manhaj dan Harakah Nahdliyyah dalam Perspektif KH. Ma'ruf Amin Kado untuk Umat dan Negeri Ini
KH. Ma'ruf Amin adalah Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024. Beliau saat ini mendapat amanah sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI periode 2025-2030.
Buku Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdliyyah dalam Perspektif KH. Ma'ruf Amin (dok.Denik)
KH. Ma'ruf Amin merupakan ulama islam dan politisi kelahiran Tangerang, 11 Maret 1943. Memasuki usia 83 tahun beliau meluncurkan sebuah karya berupa buku dengan judul Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdliyyah dalam Perspektif KH. Ma'ruf Amin.
Hal tersebut menunjukkan bahwa usia bukanlah halangan dalam melahirkan sebuah karya. Berkarya tidak memandang usia.
Buku Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdliyyah dalam Perspektif KH. Ma'ruf Amin ditulis oleh Hj. Siti Haniatunnisa, LL, B, M.H dan H. Muhammad Zainal Arifin, S. Pd. l, S.H M. H
Bersama penulis buku Hj. Siti Haniatunnisa, LL. B, M.H (dok.Denik)
Buku setebal 600 halaman ini diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan juga ke dalam bahasa Inggris. Sehingga bisa dibaca oleh seluruh umat di seluruh dunia.
Buku tersebut merupakan kumpulan ide dan pemikiran KH. Ma'ruf Amin tentang Nahdlatul Ulama (NU) sejak beliau muda. Tentang kegelisahan beliau terhadap NU di masa mendatang.
Tahun 2026 NU sudah menginjak usia 100 tahun. Tepatnya pada 31 Januari 2026 yang lalu. Artinya tahun-tahun mendatang NU memasuki usia 100 tahun lebih, yang mana tantangan zamannya tidak mudah.
Melalui buku Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdliyyah dalam Perspektif KH. Ma'ruf Amin beliau mengajak umat untuk komitmen dalam beragama dan bernegara.
Bertempat di Puri Ratna Ballroom, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Pada Rabu, 5 Agustus 2026, Buku Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdliyyah dalam Perspektif KH. Ma'ruf Amin diluncurkan. Sejak pukul 18.00 WIB tamu undangan sudah memenuhi area Puri Ratna Ballroom.
Para tokoh yang hadir (dok.Denik)
Diawali dengan menyantap hidangan yang disediakan, para tamu saling temu kangen dengan teman, rekan dan kerabat yang lama tak bersua. Acara peluncuran dan bedah buku tersebut sekaligus ajang silaturahmi.
Acara dihadiri oleh pejabat tinggi negara, tokoh agama dan pengurus NU seluruh Indonesia. Seperti Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M. A dan Pimpinan Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH. Imam Jazuli, Lc, M. A
KH. Imam Jazuli, Lc, M.A (dok.Denik)
Buku tersebut menjadi kado bagi umat dan juga bagi republik ini yang pada 17 Agustus 2026 mendatang merayakan kemerdekaannya yang ke-81 tahun.
Salah satu pesan beliau adalah, "Bahwa memakmurkan bumi artinya menjaga yang baik tetap baik dan tidak melakukan hal-hal yg merusak. " (Denik)
Note: tulisan senada tayang juga di Kompasiana.com/Denik13
Komentar
Posting Komentar