Langsung ke konten utama

Postingan

Antara Aku, Leonardo Dicaprio, Lelaki Tua dan Laut

MEMBACA. Salah satu kegiatan yang bagi saya sangat mengasyikkan. Apalagi membacanya disela-sela kesibukan. Sehingga waktu yang tersedia tak terbuang sia-sia. Terisi dengan sesuatu yang bermanfaat yakni membaca. By biografi ku.com Maka ketika membaca sebuah berita infotainment tentang bintang Hollywood Leonardo Dicaprio yang salah satu hobinya adalah membaca. Saya jadi penasaran. Buku apa yang ia baca? Kabarnya buku itu adalah bacaan favoritnya. Ia bawa-bawa saat syuting film Titanic.  Begitu  break syuting ia langsung berkutat dengan buku tersebut. Saya jadi semakin penasaran. Akhirnya goeglinglah. Ternyata buku favorit Leonardo Dicaprio itu adalah buku karya Ernest Hemingway yang berjudul The Old Man and The Sea. Wah, Ernest Hemingway? Siapa yang tak mengenal penulis satu ini. Koleksi pribadi Ernest Hemingway adalah salah satu pengarang Amerika paling terkemuka sepanjang zaman. Dan buku yang berjudul The Old Man and The Sea merupakan salah satu karyanya yan...

[Review] Never Trust a Handsome Man

Judul Buku : Never Trust a Handsome Man Penulis        : Marlene Fanta Shyer Cetakan       : Tahun 1981 Copyright 1979 Tebal buku  : 192 halaman Penerbit       : Hamyln Paperbacks Sinopsis Novel karya Marlene Fanta Shyer kali ini berkisah tentang seorang perempuan bernama Lorraine Gerrad's yang patah hati setelah putus dari kekasihnya yang telah dipacarinya selama 8 tahun. Untuk mengobati luka hatinya ia pergi berlibur ke Barbados. Di sana ada kawannya bernama Carla yang siap menemaninya berlibur. Sebelum berangkat, Carla berpesan padanya untuk jangan percaya kepada lelaki tampan yang mungkin dijumpainya dalam perjalanan nanti. Dalam perjalanan, di pesawat Lorraine disapa oleh seorang lelaki yang menurut Lorraine termasuk tampan. Karena mengingat pesan Carla maka ia cuek saja sampai tiba di Barbados. Entah bagaimana awalnya tiba-tiba mereka bertemu lagi. Dan ternyata tanpa diduga hote...

The Real of Jon Bon Jovi

JON BON JOVI. Bagi penikmat musik era 90-an tentu sudah tak asing mendengar namanya. Nama yang erat kaitannya dengan grup band beraliran rock asal Amerika, Bon Jovi. Karena ia adalah vokalis grup band ini sekaligus pendirinya. Menarik untuk dikulik mengenai siapa dan bagaimana Jon Bon Jovi sesungguhnya? Sebab ia bisa membentuk sebuah band yang bisa bertahan hingga sekarang. Sementara band-band besar sebelum dan sesudah Bon Jovi lahir telah banyak yang tinggal nama alias bubar. Foto by Kinaxis Blog Masa Lalu Jon Bon Jovi Jon Bon Jovi lahir pada 2 Maret 1964 di Perth Amboy, Sayreville, New Jersey, Amerika Serikat. Terlahir dengan nama John Francis Bongiovi Jr. Saat SMA ia harus berpindah-pindah sekolah karena terbentur biaya. Orangtuanya berasal dari kelas buruh. Sehingga tak mampu membiayai dirinya untuk kuliah selepas SMA. Jadilah ia memilih bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah studio musik. Pekerjaannya sebagai petugas kebersihan di studio musik ia jalan...

[Review] Memulai Hidup Di Umur 40

Judul Buku : Memulai Hidup Di Umur 40 Diterjemahkan dari Life Behind at Forty Penulis        : Robert Peterson Penerjemah: Dieni Yuliana R.G Penerbit      : Nuansa Cendekia Cetakan       : Pertama, September 2003 Tebal Buku : 160 halaman Sinopsis: Buku ini menerangkan tentang keuntungan tambah umur. Bahwa melewati umur 40 tahun berarti memasuki situasi yang penuh gairah. Memang tambah umur menyebabkan berkurangnya kenikmatan tertentu. Tetapi alam memberikan kenikmatan lain sebagai gantinya. Banggalah dengan usia kita. Buku ini juga memberikan contoh beberapa tokoh dunia yang justru populer sesudah umur 40. Seperti Henry Ford, Pearl S. Buck, Winston Churchill dan masih banyak lagi. Pearl S. Buck baru pada usia 40 novel pertamanya terbit East Wind, West Wind. Beberapa bulan kemudian menerbitkan The Good Earth yang ternyata berhasil mendapatkan Nobel dan membuat karirnya menanjak hingga usia senja. Tak ha...

[Review] Buku "Cara Belajar Gue Bangeeeettt"

Judul Buku    : Cara Belajar Gue Bangeeettt Penulis           : Ibay Toyyibah, M.PD Penerbit         : PT Elek Media Kompetindo                           Kelompok Gramedia-Jakarta Tebal Buku    : 200 Halaman Cetakan          : Pertama Tahun 2017 Isi Buku: Belajar. Kata yang seolah menjadi momok bagi sebagian pelajar dan juga orang tua. Bagi pelajar yang tugas utamanya belajar, perintah supaya belajar itu seperti memikul beban yang berat sekali. Begitu pun bagi si orang tua. Meminta anak untuk belajar sulitnya minta ampun. Bahkan tak jarang harus dirayu-rayu supaya mau. Melalui buku ini, penulis ingin menjabarkan cara-cara belajar yang sesuai dengan karakter dan kepribadian tiap-tiap individu. Penulis juga menjabarkan tentang penyebab sulitnya seseorang dalam belajar. Faktor internal dan eksternal dijelaskan...

[Review] Buku "S e k a y u"

Penulis   : Nih.Dini Penerbit  : PT Dunia Pustaka Jaya Cetakan  :  Pertama tahun 1981 Tebal buku : 275 halaman Isi buku : Buku karya Nh.Dini berjudul Sekayu ini merupakan buku keempat dari rangkaian cerita kenangan Nh.Dini. Empat judul sebelumnya adalah Sebuah Lorong di Kotaku, Padang Ila lang di Bela kang Rumah, Langit dan Bumi Sahabat Kami, Sekayu. Dan yang kelima adalah Kuncup Berseri. Setiap judul dari cerita kenangan ini menceritakan berbagai pengalaman hidup si penulis bersama keluarganya. Dan dalam buku berjudul Sekayu ini, pembaca diajak berkelana tentang kisah si penulis melalui hari-harinya tanpa bapak di seruas jalan bernama Sekayu. Tempat tinggalnya. Ya, di buku ini cerita diawali dari meninggalnya tokoh bapak. Lalu sekelumit cerita terakhir bersama si bapak sebelum ia meninggal. Dalam kondisi tanpa bapak si penulis yang ber-aku dalam buku ini mengisahkan bagaimana rasanya tumbuh dewasa tanpa sosok bapak. Bagaimana ia harus menghadapi k...

[Review] Buku "Backpacker With Kebaya"

Backpacker With Kebaya, Why Not? Penulis.            : Denik & Lia Nathalia Penerbit           : Gong Publishing Cetakan            : Pertama, April 2017 Tebal Buku       : 50 Halaman Buku duet ini berkisah tentang pengalaman saat traveling dan melakukan berbagai aktivitas dengan mengenakan kebaya. Selama ini kain dan kebaya identik dengan perempuan jaman dahulu. Ibu-ibu dan para nenek yang biasanya masih mengenakan pakaian seperti itu dalam keseharian. Sementara untuk perempuan masa kini, kain dan kebaya dikenakan hanya pada moment-moment tertentu. Saat menghadiri pesta pernikahan, acara resmi di kantor atau pada saat acara-acara yang terkait dengan upacara adat. Tetapi dalam buku ini diceritakan bagaimana kain dan kebaya masih tetap bisa dikenakan untuk keseharian perempuan masa ki...